GENMILENIAL.ID – Komedian Ernest Prakasa mengaku heran setelah menerima pesan mencurigakan yang menginformasikan dirinya tercatat sebagai penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) dari pemerintah.
Pesan itu disebut berasal dari pihak yang mengaku sebagai pegawai Kantor Pos Jakarta Selatan.
Melalui akun Instagram miliknya pada Senin, 28 Juli 2025, Ernest membagikan tangkapan layar isi pesan tersebut.
Baca Juga: KPU Subang perketat pengawasan gudang logistik pascapencurian surat suara di SKB
Ia menyematkan satu kata "hah" dan emoji tertawa sebagai ekspresi kebingungan atas pesan yang diterimanya.
Dalam pesan tersebut, Ernest disebut sebagai karyawan Penugasan Khusus dan Tim Individu di Kementerian Kesehatan RI yang berhak menerima BSU.
"Silahkan datang ke loket kantor pos terdekat, Senin-Sabtu buka," tulis pesan tersebut.
Unggahan itu pun menuai reaksi dari warganet. Sejumlah netizen ikut mempertanyakan kebenaran isi pesan dan mencurigai adanya modus penipuan.
Baca Juga: Ketua KPU Subang tegaskan pencurian logistik pemilu terjadi di Gudang SKB, bukan gudang utama
"Sejak kapan namanya berubah jadi karyawan," komentar akun @lo*******za menanggapi kejanggalan dalam pesan tersebut.
Hingga kini, belum diketahui apakah pesan itu merupakan kesalahan sistem, bentuk penipuan, atau bentuk pencatutan data pribadi.
Namun sejumlah netizen menduga kuat ini adalah modus baru untuk mengelabui masyarakat.
Belum ada keterangan resmi dari pihak Kantor Pos maupun Kementerian Kesehatan RI mengenai kebenaran informasi yang diterima oleh Ernest Prakasa.***
Artikel Terkait
Komentar Ernest Prakasa usai film 'Agak Laen' disalip JUMBO: Kekalahan paling membanggakan
Maia Estianty ungkap sikap Irwan Mussry yang menawan: Tak pernah menghakimi, bikin nyaman dan dihargai
Sidang Nikita Mirzani, Reza Gladys ungkap praktik 'bayar damai' dan sebut nama Shandy hingga Richard Lee
Reza Gladys sebut kredibilitasnya hancur, akui dihina Nikita Mirzani lewat live TikTok
Luna Maya minta maaf soal riasan paes di momen akad, tegaskan tak bermaksud langgar pakem
Diperkarakan karena dugaan pelanggaran hak cipta, Lesti Kejora: Jangan takut nyanyikan lagu top
Tak terima namanya dihapus, badai eks Kerispatih somasi label musik: Hak moral pencipta lagu harus dihargai