Pasca viral ditegur Dedi Mulyadi, Lucky Hakim sebut liburan ke Jepang sudah direncanakan sejak tahun 2024

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Kamis, 10 April 2025 | 02:23 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (kiri) dan Bupati Indramayu Lucky Hakim (kanan) (Instagram.com/@dedimulyadi71 - TikTok.com/@dedimulyadiofficial)
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (kiri) dan Bupati Indramayu Lucky Hakim (kanan) (Instagram.com/@dedimulyadi71 - TikTok.com/@dedimulyadiofficial)

GENMILENIAL.ID - Bupati Indramayu, Lucky Hakim angkat bicara usai dirinya kedapatan liburan ke Jepang tanpa izin dari Kemendagri.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membagikan ulang postingan momen liburan Lucky dalam Instagram pribadi sang Bupati Indramayu, @luckyhakimofficial, pada Minggu, 6 April 2025.

Dedi menyayangkan Lucky yang berlibur ke Jepang itu bersamaan saat momen libur Lebaran 2025 yang dapat dimanfaatkan sang bupati untuk berbaur dengan masyarakat.

"Betul bahwa itu adalah hak pribadi, setiap orang boleh berlibur apalagi di hari libur dan cuti lebaran," ujar Dedi melalui unggahan Instagram pribadinya @dedimulyadiofficial, pada Senin, 7 April 2025.

Baca Juga: Terancam sanksi usai libur tanpa izin, Lucky Hakim ngaku tak tahu ada aturan pejabat di Lebaran 2025

Terkini, Lucky Hakim menjelaskan kepergian ke Jepang sudah jadi rencana sejak tahun sebelumnya.

Artis sekaligus Bupati Indramayu itu bercerita terkait dirinya yang setiap hari tidak ada di rumah, dan jarang berlibur bersama keluarga selama kampanye Pilkada 2024.

"Pas kampanye kan saya pergi terus setiap hari tanpa ada di rumah, nggak pernah sama anak, nggak pernah sama keluarga," ungkap Lucky usai memimpin apel pagi di Pendopo Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Selasa, 8 April 2025.

"Nanti setelah terpilih, cuti terus pergi ke luar negeri," tambahnya.

Lucky kemudian menuturkan, rencana liburan ke Jepang itu sebenarnya telah disusun sejak Desember 2024 lalu.

Baca Juga: Bupati Subang geram atas kekerasan terhadap jurnalis: Minta usut tuntas dan warga tak main hakim sendiri

Tanggal pembelian tiket pun dimulai dari tanggal 2 April hingga 11 April. Namun, upaya perizinan yang ditempuh melalui sistem tertolak.

Hal itu lantaran sudah masuk masa 14 hari kerja. Lucky mengaku keliru mengartikan perhitungan hari kerja.

"Oh hari kerja nya. Ya udah saya ubah saja tiketnya pulangnya tanggal 6 malam jadi sampai sini tanggal 7," tutur Lucky.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X