Meski begitu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan terbang.
Baca Juga: Flashback masa muda, Panji Pragiwaksono mengaku alami sleep apnea, apa itu?
Dokter mungkin menyarankan untuk tidak terbang jika ibu hamil memiliki kondisi tertentu yang bisa memburuk akibat perjalanan udara atau membutuhkan perawatan darurat.
Contoh kondisi tersebut meliputi:
- Riwayat keguguran atau pendarahan vagina.
- Anemia berat.
- Tekanan darah tinggi atau diabetes yang tidak terkontrol.
- Pernah mengalami preeklamsia (tekanan darah tinggi dengan protein dalam urine) pada kehamilan sebelumnya.
- Mengandung bayi kembar atau lebih.
Baca Juga: Karen Bass, Wali Kota Los Angeles bikin geram warganya malah pergi ke Ghana saat terjadi kebakaran
Selain itu, lamanya penerbangan juga bisa memengaruhi keputusan ini, sehingga pastikan untuk memberitahu dokter tentang durasi perjalanan.
Beberapa maskapai juga memiliki aturan yang melarang wanita hamil terbang setelah usia kehamilan tertentu, biasanya 36 minggu.
Jika dokter memberikan izin, waktu terbaik untuk bepergian dengan pesawat adalah pada trimester kedua.
Pada periode ini, risiko komplikasi kehamilan seperti keguguran atau persalinan prematur lebih rendah dibanding trimester pertama dan ketiga.
Baca Juga: Jumlah pesangon yang diterima Shin Tae Yong usai dipecat dari Timnas Indonesia, fantastis!
Tips aman terbang saat hamil
Jika ibu hamil memutuskan untuk terbang, perhatikan beberapa tips berikut:
- Kenakan Sabuk Pengaman: Pastikan sabuk pengaman terpasang dengan aman di bawah perut Anda.
- Minum Banyak Cairan: Kelembapan rendah di dalam pesawat dapat menyebabkan dehidrasi, jadi pastikan untuk tetap terhidrasi selama perjalanan.
- Hindari Makanan Berangin: Hindari makanan dan minuman yang dapat menyebabkan gas, seperti brokoli atau minuman bersoda, untuk mencegah rasa tidak nyaman saat di udara.
Baca Juga: Beberapa air mineral terpapar bahan kimia abadi, apakah tetap aman dikonsumsi?
- Rencanakan Perawatan Medis: Bawa dokumen medis dan obat-obatan yang diperlukan. Ini penting jika Anda membutuhkan perawatan darurat selama perjalanan.
- Gerakkan Tubuh Secara Teratur: Risiko penggumpalan darah (trombosis vena) meningkat selama kehamilan. Bangun dan berjalan di lorong pesawat setiap jam, atau lakukan peregangan kaki di kursi. Mengenakan kaus kaki kompresi juga dapat membantu.
Pergi Umroh Saat Hamil: Faktor yang Perlu Dipertimbangkan
Dalam Islam, wanita hamil tidak dilarang untuk melaksanakan umroh.
Artikel Terkait
Raditya Dika berbagi pelajaran hidup di usia 40 tahun, ungkap momen dibilang aneh semasa kecil hingga upayanya menghargai waktu
Squid Game 2 tembus 68 juta views dalam 4 hari, media asal Korsel Ini malah kena semprot Netflix gegara hitung cuan yang tak logis
Aurelie Moeremans umumkan menikah dengan Tyler Bigenho, profesinya sebagai dokter kretek jadi sorotan
Siapa Chul Su, boneka baru di Squid Game 3? apa bedanya dengan Young-Hee?
Ahmad Dhani ungkap sosok yang dampingi pernikahan Al Ghazali dan Alyssa Daguise, Maia Estianty atau Mulan Jameela?
3 Fakta kasus kekerasan yang dialami artis asal China Zhao Lusi, salah satunya kebiasaan memendam perasaan sendiri
Soimah dan Deddy Corbuzier bongkar alasan pemenang program kompetisi nyanyi TV belum tentu populer