olah-raga

Atlet panahan Subang Rafasya raih emas Kejurnas 2026 untuk Jawa Barat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:51 WIB
Rafasya Zivana Putra, atlet panahan asal Kabupaten Subang sekaligus siswa kelas XI SMAN 1 Subang, yang meraih medali emas nomor aduan beregu putra bersama tim Jawa Barat pada Kejurnas Panahan Senior 2026 (Dok. PERPANI Subang)

Rafasya justru menjadikan pencapaian itu sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan menjaga konsistensi latihan.

Baca Juga: Mandalika banjir penonton! MotoGP 2026 datangkan 157.875 orang, dampak ekonomi diprediksi Rp5 triliun

“Semoga saya tidak cepat merasa puas dengan pencapaian saat ini. Untuk bisa menjadi juara, kita harus konsisten berlatih serta mengikuti dan melaksanakan apa yang sudah dilatih sebaik mungkin,” ungkap Rafasya dalam keterangannya, Rabu 14 Oktober 2026.

Ia menyadari bahwa prestasi dalam olahraga membutuhkan kedisiplinan dan kesungguhan dalam menjalankan program latihan.

Karena itu, kemenangan di Kejurnas menjadi salah satu pijakan untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya.

Rafasya juga menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Provinsi dan Pengurus Cabang Persatuan Panahan Indonesia (PERPANI), khususnya PERPANI Kabupaten Subang, yang telah mendukung keikutsertaannya dalam kejuaraan nasional tersebut.

Baca Juga: Bersaing sengit di balapan kandang, Veda Ega Pratama amankan 10 poin di Moto3 Mandalika

Dukungan itu mencakup proses seleksi, pendaftaran, hingga berbagai kebutuhan untuk mengikuti pertandingan.

Ia juga mengapresiasi klub Etgac dan Coach Ahmad Sirojudin yang selama ini mendampinginya dalam proses latihan dan pembinaan.

“Terima kasih kepada Pengprov dan pengurus PERPANI Subang yang sudah memfasilitasi kami, mulai dari seleksi, pendaftaran, dan lainnya hingga bisa mengikuti Kejurnas Senior ini. Terima kasih juga secara khusus kepada klub saya, Etgac, serta pelatih saya, Coach Ahmad Sirojudin, yang selama ini telah bekerja keras melatih saya,” tuturnya.

Pelatih sebut emas hasil konsistensi latihan

Coach Ahmad Sirojudin mengaku bahagia dan bangga atas keberhasilan anak didiknya meraih prestasi di tingkat nasional.

Baca Juga: Sebut 54 hektare terbakar, relawan TNTP desak pemerintah tangani karhutla dalam skala besar: Sebelum semuanya terlambat

Menurut dia, pencapaian Rafasya merupakan hasil dari proses latihan dan pembinaan yang dijalankan secara berkelanjutan.

Ahmad, yang juga merupakan guru di SDN Rawasari Kabupaten Subang, menjelaskan bahwa pembinaan atlet tidak hanya berfokus pada kemampuan teknik.

Halaman:

Tags

Terkini