Tantangan berikutnya adalah mengubah energi dan kepercayaan diri yang sudah terbentuk menjadi performa terbaik di pertandingan penentuan.
"Dia sudah membawa Indonesia ke final pertama FIFA ASEAN Cup 2026 setelah melewati pertandingan yang sangat dramatis melawan Bangladesh. Sekarang tantangannya adalah bagaimana mengubah energi dan kepercayaan diri itu menjadi performa terbaik di final," katanya.
Baca Juga: HUT TNI 2026: Susunan acara dan agenda peringatan ke-81
Indonesia juga disebut memiliki sejumlah modal untuk menghadapi Thailand. Selain kualitas pemain, dukungan suporter di kandang sendiri dan kepercayaan diri skuad menjadi faktor yang dinilai penting.
Di sisi lain, Thailand tetap menjadi lawan yang sulit. Tim tersebut dinilai memiliki organisasi permainan yang kuat dan mampu tampil kompetitif sepanjang turnamen.
Luciano minta pemain berani
Bagi Luciano, kesempatan Indonesia untuk memutus catatan sebagai runner-up tetap terbuka. Namun, jawaban atas peluang tersebut harus diberikan melalui penampilan di atas lapangan.
"Jadi, apakah John Herdman bisa memutus rekor tersebut? Bisa. Tetapi jawabannya harus diberikan di lapangan," sambung Luciano.
Baca Juga: Siswa MAN 2 Binong diingatkan tak mudah terprovokasi medsos, ini pesan Kapolsek
Ia kemudian meminta para pemain Indonesia tidak larut dalam catatan kegagalan masa lalu. Menurutnya, final harus menjadi momentum bagi skuad Garuda untuk fokus menciptakan sejarah baru.
"Bermainlah dengan keberanian, disiplin, dan kecerdasan. Final bukan waktunya memikirkan berapa kali Indonesia pernah gagal. Final adalah waktunya menciptakan sejarah yang baru," tukas Luciano.***