olah-raga

Setelah Patrick Kluivert mundur, Bung Binder kritik permainan Garuda: Dulu 6 poin, sekarang acak-acakan

Sabtu, 25 Oktober 2025 | 20:58 WIB
Menyoroti kekosongan kursi kepelatihan Timnas Indonesia usai juru taktik asal Belanda, Patrick Kluivert dipecat PSSI (Instagram.com/@patrickkluivert)

GENMILENIAL.ID – Kursi pelatih kepala Timnas Indonesia resmi kosong setelah PSSI memutus kerja sama dengan Patrick Kluivert, pelatih asal Belanda yang semula digadang-gadang membawa Garuda terbang tinggi di kualifikasi Piala Dunia 2026.

Pemutusan kontrak itu diumumkan langsung oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Jumat, 24 Oktober 2025. Erick menegaskan, keputusan tersebut bukan karena tekanan, melainkan hasil kesepakatan bersama.

“Kami sepakat mengakhiri kontrak karena sama-sama menyadari target lolos ke Piala Dunia sangat berat. Ini keputusan profesional,” ujar Erick dalam konferensi pers di Jakarta.

Baca Juga: Mahfud MD soroti dominasi pihak China di proyek Whoosh: Saham Indonesia 60 persen, tapi jabatan strategis dikuasai ekspatriat

Kegagalan Indonesia melangkah ke putaran Piala Dunia 2026 menjadi ujung dari era singkat Kluivert.

Padahal, ketika datang awal tahun, ia disebut membawa 'tim kepelatihan terbaik' yang pernah dimiliki Indonesia, sebagaimana pernah diungkap anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, Februari lalu.

Namun, harapan besar itu pupus setelah Indonesia gagal meraih satu pun poin di Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Binder bandingkan era STY dan Kluivert: Sama-sama 6 poin, tapi kualitas menurun

Pengamat sepak bola Bung Binder menilai pemecatan Kluivert merupakan konsekuensi dari kegagalan total di babak kualifikasi terakhir.

Baca Juga: Gerakan edukasi halal UMKM dorong pemuda dan pelaku usaha Subang jadi pendamping produk halal

Lewat kanal Bola Bung Binder di YouTube, Sabtu, 25 Oktober 2025, ia menilai performa Garuda justru mengalami kemunduran dibanding era pelatih sebelumnya, Shin Tae-yong (STY).

“Kalau kita bandingkan, di era STY Timnas Indonesia mengumpulkan 6 poin di Round 3, tapi gaya mainnya jelas. Sekarang juga 6 poin, tapi kualitasnya menurun. Tim bermain tidak terorganisasi,” ujarnya.

Binder menggambarkan hasil tanpa poin di Round 4 sebagai kinerja yang tidak bisa ditolerir.

“Nol poin itu ibarat telur busuk, bukan telur asin. Kalau telur asin masih bisa dimakan, tapi ini busuk. Harapan fans di era Kluivert malah berubah jadi kekecewaan,” katanya tajam.

Halaman:

Tags

Terkini