GENMILENIAL.ID – Sepak bola Malaysia tengah diterpa badai besar setelah FIFA resmi menjatuhkan sanksi terkait penggunaan pemain naturalisasi dengan dokumen palsu.
Alih-alih panen pujian, Harimau Malaya justru dihukum berat dan kini jadi sorotan internasional.
FIFA menegaskan, pemalsuan dokumen dalam bentuk apa pun, termasuk naturalisasi, tidak bisa ditoleransi.
Hukuman pun jatuh: denda Rp73 miliar, larangan tampil bagi tujuh pemain selama 12 bulan, serta ancaman diskualifikasi Malaysia dari Piala Asia 2027.
Skandal ini menjadi tamparan keras bagi citra sepak bola Negeri Jiran dan ASEAN.
Media Vietnam bahkan menyebut kemenangan 4-0 Malaysia atas Vietnam berpotensi dianulir menjadi kekalahan 0-3 jika banding gagal.
Nepal juga diyakini berhak menuntut pembatalan hasil karena salah satu pemain ilegal mencetak gol ke gawang mereka.
Kasus ini mengingatkan publik pada skandal Timor Leste tahun 2017 yang berujung diskualifikasi dan pembatalan puluhan pertandingan.
Baca Juga: Keracunan MBG sentuh 5.914 korban, Prabowo turun tangan evaluasi dan ingatkan: Jangan dipolitisasi!
Banyak pihak menilai Malaysia bisa bernasib serupa jika banding ditolak.
Di sisi lain, FAM (Football Association of Malaysia) membantah adanya niat buruk dan mengklaim telah bertindak dengan 'itikad baik'.
Namun publik skeptis, mengingat bukti-bukti pemalsuan dokumen sudah dibuka FIFA.
Kini, sepak bola Malaysia berada di persimpangan: apakah mampu membersihkan nama lewat banding, atau justru makin terpuruk dan membawa citra ASEAN ikut tercoreng.***