Lantas, apa yang akan dilakukan oleh STY usai ditunjuk sebagai duta Humas Kepolisian di Korsel itu? Berikut ini ulasan selengkapnya.
Baca Juga: Bagaimana polisi bisa menemukan potongan jasad korban mutilasi Uswatun Khasanah di 3 kota berbeda?
1. Kegiatan sosial di tengah istirahat dari kursi pelatih
Dalam artikel yang sama, Gukjenews mengungkap STY yang mempunyai tugas yang tidak bisa dikatakan ringan.
Pelatih berusia 54 tahun itu harus mempromosikan perlindungan terhadap kelompok rentan, termasuk promosi soal anti kekerasan dalam rumah tangga dan perlindungan terhadap anak serta lansia.
STY merasa selama ini kepolisian di Yeongdeok yang merupakan daerah kota kelahirannya telah bekerja keras untuk menciptakan rasa aman.
"Berkat kerja keras polisi, mayoritas warga menjalani kehidupan yang aman dan saya akan aktif berpartisipasi dalam kegiatan duta hubungan masyarakat Kepolisian Yeongdek," ucap STY.
"Untuk melindungi kelompok rentan secara sosial, termasuk remaja di kampung halaman saya," lanjutnya.
2. Jadi duta kepolisian di kampung halaman selama dua tahun
Berdasarkan laporan dari Gukjenews, STY hanya memiliki kesepakatan selama dua tahun sebagai duta Humas Kepolisian Yeongdeok, Korsel.
"STY lahir dan besar di Yeongdeok, kota terletak sekitar 300 km dari ibu kota Korea Selatan, Seoul," ungkap Gukjenews terkait pengabdian STY sebagai duta kepolisian di Yeongdeok.
Selain mengabdi untuk kampung halamannya di Korsel, sebelumnya STY juga melakukan aktivitas lain di Indonesia usai tidak lagi menukangi Timnas Indonesia.