olah-raga

Kluivert tak berjuang sendiri, ada asisten cerdas Alex Pastoor yang punya strategi khas untuk Garuda demi kejutkan Australia hingga Jepang!

Senin, 13 Januari 2025 | 02:01 WIB
Potret asisten baru Timnas Indonesia, Alex Pastoor di bawah tim kepelatihan Patrick Kluivert (Instagram.com/@alex.pastoor)

Unggahan Instagram asisten pelatih baru Timnas Indonesia, Alex Pastoor (Instagram.com/@alex.pastoor)

2. Pernah latih klub Thom Haye dan Calvin Verdonk

Dilansir dari Transfermarkt, Alex Pastoor merupakan pria kelahiran Amsterdam Belanda, yang memulai karier kepelatihan sejak 2001 silam.

Kala itu, Alex menukangi tim kelompok usia 19 tahun klub asal Belanda, AZ Alkmaar.

Keberhasilannya dalam melatih klub-klub di Belanda terlihat kala dirinya pernah menjadi klub yang kini dibela Thom Haye, Almere City pada 2021-2024.

Baca Juga: Dapat applause Oxford United, Marselino Ferdinan bikin heboh jagat medsos usai lakoni debut perdana di Inggris!

Saat menukangi Almere City, Alex sukses mencetak sejarah untuk pertama kalinya bagi klub itu promosi ke liga divisi utama, Eredivisie pada akhir musim 2022-2023.

Selain itu, Alex juga pernah menjadi pelatih utama klub NEC Nijmegen yang merupakan klub yang dibela Calvin Verdonk, pada 2011-2013 silam.

Pengalaman sang asisten Kluivert itu juga diperlukan bagi skuad Garuda yang kini tengah dalam tren positif dalam pembinaan usia muda.

3. Ide permainan Alex Pastoor bagi Kluivert

Dengan pengalaman kepelatihannya sejak 2001 silam, ide permainan Alex lebih cenderung mengandalkan fisik yang khas dalam strategi permainan di Belanda pada umumnya.

Baca Juga: Rumahnya di Los Angeles jauh dari lokasi kebakaran, Uya Kuya siap siaga bersama KJRI untuk beri bantuan

Hal itu tampak dari persentase kemenangan Alex saat masih menukangi Almere City dengan lebih sering mengganti banyak pemain untuk menjaga stamina di atas lapangan.

Alex juga kerap menurunkan formasi 4-3-3 dan 3-4-1-2 selama menjadi pelatih di Almere City.

Persentase kemenangan stategi yang diterapkan Alex di Almere City itu menjadi yang tertinggi (1,47) usai sebelumnya juga menjadi pelatih klub di Belanda, SCR Altrach (1,21) dan NE Nijmegen (1,21).

Halaman:

Tags

Terkini