olah-raga

Ramai kontroversi wasit Ahmed Al Kaf di media sosial, pengadil lapangan yang dinilai membuat Indonesia gagal menang melawan Bahrain

Sabtu, 12 Oktober 2024 | 11:30 WIB
Potret Wasit Ahmed Al Kaf, pengadil pertandingan Timnas Indonesia vs Bahrain yang dinilai kontroversial oleh warganet di media sosial. Simak ulasan selengkapnya. (Facebook.com/@ahmed.alkaf.oman)

"Bajingan! Nek arep rampok kemenangan totalitas sisan (Ingin merampok kemenangan totalitas sekali)," ungkap Dokter Tirta melalui akun X @tirta_cipeng, pada Kamis, 11 Oktober 2024.

Hujatan itu karena perpanjangan waktu babak kedua yang diberikan oleh wasit Ahmed pada laga tersebut seharusnya hanya enam menit, namun dirinya membiarkan pertandingan berjalan hingga menit ke-100.

Baca Juga: Keren! Prodi Magister Ilmu Politik FISIP UMJ buka konsentrasi politik internasional kajian studi Baitul Maqdis

"Terusno ae game e sisan tekan menit 110 (Teruskan saja pertandingan itu sampai menit ke-100)," terangnya.

Cuitan influencer kesehatan itu pun telah menarik perhatian 56,9 ribu netizen dan disukai sebanyak 1,9 ribu di media sosial X.

Media Sepak Bola Irak Mengadu Nasib Serupa

Kekesalan netizen di media sosial X, terhadap kepemimpinan wasit dalam laga Bahrain vs Indonesia itu pun mendapat sorotan media sepak bola di Irak, bernama Iraq Football Podcast.

Iraq Football Podcast mengklaim turut merasakan penderitaan yang dialami oleh Timnas Indonesia.

Baca Juga: Rayakan HUT ke-10, PT Kupas Mediatama santuni 1.000 yatim piatu

"Kepada saudara kami di Indonesia, kami hanya ingin mengatakan bahwa kami, orang Irak, sangat memahami penderitaan Anda," tulis Iraq Football Podcast dalam cuitan X @IraqFootballPod, pada hari Kamis, tanggal 11 Oktober 2024.

Mereka menuding sebagian wasit di sepak bola Asia memberikan keputusan kontroversial di situasi genting dalam pertandingan.

"Percayalah, kami tahu bahwa wasit di sepak bola Asia selalu dipertanyakan (keputusan) pada saat-saat genting. Tanyakan saja kepada Aymen Hussein dan Rein Sulaka," tutup media sepak bola di Irak tersebut.

Halaman:

Tags

Terkini