Suporter Korea siap dukung Indonesia kontra Jepang? ternyata Ini dendam sejarah yang bikin warga Korsel merana di masa lalu

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Senin, 28 Oktober 2024 | 20:59 WIB
Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong mendapatkan dukungan tambahan dari para suporter dari Korea Selatan jelang laga tim Garuda kontra Jepang di Jakarta (Instagram.com/@shintaeyong7777)
Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong mendapatkan dukungan tambahan dari para suporter dari Korea Selatan jelang laga tim Garuda kontra Jepang di Jakarta (Instagram.com/@shintaeyong7777)

Cuitan warganet soal dukungan suporter Korea Selatan untuk Indonesia
Cuitan warganet soal dukungan suporter Korea Selatan untuk Indonesia

"Untuk pertandingan melawan Jepang nanti, para ekspatriat dari Korea yang tinggal di Indonesia akan ikut mendukung Indonesia dengan menyanyikan yel-yel melawan Jepang," tutur seorang warganet melalui akun @Bintang, pada Minggu, 27 Oktober 2024.

Baca Juga: Pemkab Subang sibuk sendiri buat acara saat debat publik paslon Pilkada Subang 2024, ini tanggapan Ketua KPU Subang

Kolom komentar cuitan itu pun ramai dipenuhi warganet yang menyebut adanya dendam sejarah masa lalu dari para warga Korea Selatan.

“Karena dendam juga sih, makanya dukung lawannya Jepang, bakal seru kayaknya,” ujar seorang warganet dengan akun @kimmy.

“Dendam terselubung pun dikerahkan, ayo bersatu para korban jajahan nippon (Jepang),” ungkap warganet melalui akun X @lunsadie.

Berkaca dari hal itu, mari mengintip perjalanan sejarah warga Korea Selatan yang tunduk dalam masa penjajahan Jepang:

Baca Juga: Banyak warga keluhkan siaran streaming debat paslon ngelag, Ketua KPU Subang : Akan dilakukan evaluasi secara menyeluruh

Kemunduran Dinasti Joseon

Bangsa Korea masih sulit melupakan sejarah kelam dari penjajahan Jepang. Pada akhir abad ke-19, Semenanjung Korea di bawah Dinasti Joseon terancam dengan modernisasi Jepang pasca Restorasi Meiji tahun 1868.

Bersama negara barat, Jepang memulai industrialisasi besar-besaran dan sangat membutuhkan sumber daya alam untuk mendukung kebutuhan industrinya.

Dinasti Joseon yang telah berkuasa sekitar 500 tahun, mengalami kemunduran karena kebijakan isolasi dan masih mempertahankan status quo sebagai negara upeti di bawah Dinasti Qing Tiongkok.

Strategi diplomasi kapal perang 

Jepang menggunakan strategi yang disebut Big Stick Diplomacy (Diplomasi Kapal Perang) untuk memaksa Korea menjadi negara yang terbuka dan dapat dipengaruhi.

Baca Juga: Debat Publik Pertama paslon Bupati dan Wakil Bupati Subang 2024, Ketua KPU : Referensi dan pertimbangan masyarakat di Subang untuk memilih

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Sumber: Media Sosial, History, yna

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X