Kondisi tersebut membuat api dengan cepat merambat ke bangunan di sekitarnya. Petugas kemudian berupaya melakukan pemblokiran agar kobaran api tidak semakin meluas.
Baca Juga: Kebakaran bedeng-gudang di Legian Bali, api dilaporkan merembet hingga ke rumah semi permanen
“Karena padat hunian dan api sudah besar, perambatan cepat sekali. Akhirnya kita berusaha memblokir dan alhamdulillah sekarang sudah bisa dilokalisir,” ungkap Syarifudin.
Setelah api berhasil dilokalisir, petugas melanjutkan proses pendinginan hingga pemadaman sepenuhnya selesai pada pukul 18.00 WIB.
Pemkot Jakarta Pusat utamakan bantuan darurat
Pemerintah Kota Jakarta Pusat mengutamakan penanganan dan bantuan darurat bagi warga yang terdampak kebakaran di permukiman Batu Ceper.
Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, mengatakan perbaikan maupun rekonstruksi rumah warga akan dilakukan setelah masa tanggap darurat selesai.
“Perbaikan atau rekonstruksi rumah warga akan dilakukan setelah masa tanggap darurat selesai,” kata Arifin dalam keterangannya, Selasa, 1 September 2026.
Selama masa tanggap darurat, pemerintah menyiapkan sejumlah kebutuhan dasar bagi warga terdampak. Bantuan tersebut meliputi makanan, minuman, air bersih, hingga toilet bergerak.
Sejumlah lokasi pengungsian juga disediakan, di antaranya Pos RW 01, tenda di lahan kosong, area bagian dalam, serta gedung parkir.
Namun, warga belum sepenuhnya menempati lokasi pengungsian tersebut karena sebagian memilih tinggal sementara di rumah kerabat terdekat.
Pemulihan jaringan listrik dilakukan
Selain kebutuhan dasar dan tempat pengungsian, pemerintah juga berupaya memulihkan jaringan listrik di sekitar lokasi kebakaran.