Harta bukan sumber kebahagiaan
Dalam kesempatan tersebut, Vidi juga berbagi pandangannya tentang materi dan kebahagiaan. Ia mengaku sempat berpikir bahwa harta dunia dapat menjadi sumber kebahagiaan.
Baca Juga: Viral menu donat brand terkenal untuk MBG di Palu, warganet perdebatkan soal gizi
Namun pandangan itu berubah seiring pengalaman hidup yang ia jalani, terutama ketika harus berjuang melawan penyakit.
“Awalnya aku berpikir, harta dunia itu bikin bahagia, ternyata tidak juga,” ujarnya.
Menurut Vidi, kebahagiaan tidak ditentukan oleh jumlah uang atau aset yang dimiliki seseorang.
“Bahkan tidak ada kebahagiaan dalam hidupku yang harus dikejar dengan mempunyai uang sekian, properti sekian,” katanya.
Baca Juga: Pandji Pragiwaksono sentil menu fish and chips MBG Ramadan di Solo, wali kota turun tangan
Ia juga mengenang masa-masa sulit saat menghadapi penyakit yang membuatnya menyadari pentingnya kesehatan dan ketenangan batin.
“Saat mendapatkan penyakit, tidak ada gunanya tuh 10–12 tahun aku berkarya, tidak ada gunanya kalau aku tidak bisa sehat dan menikmati semuanya,” tuturnya.
Ketenangan saat memperbaiki ibadah
Vidi Aldiano juga menceritakan momen ketika dirinya memutuskan untuk mulai memperbaiki ibadah sebagai cara mencari ketenangan.
Ia mengenang suatu waktu saat melaksanakan salat dengan lebih khusyuk dan perlahan, meskipun saat itu ia belum sepenuhnya memahami makna dari setiap bacaan.
Baca Juga: Warganet soroti harga roti MBG di Cianjur, ditulis Rp3.500 padahal di warung seribuan
“Hari itu, aku memutuskan untuk kembali memperbaiki ibadah,” kata Vidi.