GENMILENIAL.ID — Nama Prilly Latuconsina belakangan ramai diperbincangkan warganet setelah kemunculannya di platform pencarian kerja LinkedIn dengan menyematkan badge #OpenToWork.
Langkah tersebut awalnya menuai dukungan, namun kemudian memicu kontroversi dan tudingan gimmick pemasaran.
Prilly diketahui memperbarui profil LinkedIn-nya dan menyatakan terbuka terhadap peluang kerja baru, terutama di luar dunia keartisan.
Respons positif pun berdatangan, mengingat Prilly sebelumnya juga dikabarkan telah keluar dari rumah produksi Sinemaku Pictures dan ingin mencari pengalaman baru.
Baca Juga: Soal pengadaan Chromebook via e-katalog, Nadiem Makarim tegaskan tak ada intervensi menteri
Namun, suasana berubah ketika warganet menemukan keterangan Prilly sebagai brand ambassador salah satu produk pasta gigi di profil tersebut.
Hal itu memunculkan dugaan bahwa penggunaan badge Open to Work hanya bagian dari strategi promosi, yang dinilai sebagian pihak tidak sensitif terhadap kondisi para pencari kerja.
Prilly unggah video permintaan maaf
Menanggapi polemik yang berkembang, Prilly Latuconsina akhirnya angkat bicara melalui sebuah video klarifikasi dan permintaan maaf yang diunggah pada Selasa, 3 Februari 2026.
“Aku paham kalau situasi ini memunculkan banyak reaksi dan emosi. Aku juga mengerti kenapa sebagian dari kalian merasa marah, kecewa, atau nggak nyaman,” ujar Prilly.
Ia menegaskan bahwa video tersebut dibuat sebagai bentuk tanggung jawab pribadi atas cara komunikasinya yang dinilai menimbulkan kesalahpahaman.
“Aku minta maaf dengan tulus kalau apa yang terjadi telah menimbulkan rasa nggak nyaman atau kesalahpahaman. Ini sama sekali bukan yang ingin aku ciptakan,” katanya.
Prilly juga menekankan bahwa sejak awal dirinya tidak berniat bersikap tidak empati terhadap realitas sulit yang tengah dihadapi banyak pencari kerja.