Vicky sembat membuat gaduh suasana debat karena sering melakukan interupsi atau menyanggah pendapat.
Momen itu terjadi pada segmen kedua, saat moderator bertanya tentang strategi prioritas program pembangunan dengan anggaran yang terbatas.
Moderator Riska Nova memberikan waktu untuk paslon nomor urut 2, Mansur-Bobby bicara, namun Vicky melayangkan interupsi. Cabup nomor urut 1 itu menyebut pemaparan Mansur-Bobby tidak substansial.
"Interupsi saya sampaikan bahwa debat ini bukan hanya mempertontonkan siapa yang berargumentasi baik, tapi ini tentang rakyat. Paslon nomor dua tidak substantif," terang Vicky dalam kesempatan yang sama.
Akibat ruang debat yang riuh dan semakin gaduh, sang moderator pun meminta Vicky berhenti bicara.
"Anda bisa diam terlebih dahulu? Karena ini waktunya saya untuk bicara. Mohon tenang terlebih dahulu," ucap sang moderator.
3. Sebut bisa atasi banjir rob menggunakan media sosial
Cabup Pemalang itu juga menarik perhatian usai menyebut dapat mengatasi banjir rob menggunakan 'kekuatan' media sosial.
Vicky mengatakan, persoalan banjir rob di wilayah Pemalang perlu segera diatasi dengan mendorong pemerintah pusat untuk ikut turun tangan.
"Kalau pemerintah mungkin belum mendengar atau merespons, maka kekuatan sosial media saya akan menggemparkan rob, mewakilkan atas nama rakyat Pemalang," ujar Vicky dalam kesempatan yang sama.
Cabup Pemalang itu mengaku bersedia menggunakan akun media sosialnya yang memiliki 2,1 juta pengikut.