Baginya, respons audiens di panggung menjadi proses evaluasi alami terhadap cara bercerita yang disampaikan.
Podcast jadi medium bercerita yang intim
Selain stand-up comedy, Raditya Dika juga dikenal aktif mengelola kanal YouTube dengan format podcast yang menghadirkan berbagai bintang tamu.
“Di podcast juga sebenarnya aku bercerita. Cerita bareng tamu, tapi dibuat senyaman mungkin supaya enak didengar,” katanya.
Penulis buku Timun Jelita (2025) itu menuturkan bahwa pendekatan podcast yang ia bangun bukan sekadar wawancara formal, melainkan suasana santai layaknya obrolan sehari-hari.
“Kita cukup bercerita. Aku memang ingin penonton merasa nyaman mendengarkan,” ujarnya.
Baca Juga: Kolaborasi kemanusiaan TNI AU dan Walubi layani 2.000 warga pelosok Subang
Terapkan skill, sisanya terus belajar
Raditya Dika menegaskan bahwa konsistensi berkarya tidak lepas dari kemauan untuk terus belajar dan mengevaluasi diri.
“Skill spesifik aku itu storytelling. Sisanya belajar,” jelasnya.
Menurut sutradara film Koala Kumal (2016) tersebut, proses evaluasi menjadi bagian penting agar karya yang dihasilkan terus berkembang.
“Kalau kurang, ya dievaluasi. Dari situ kita bisa terus belajar dan jadi lebih baik,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
Pisah sambut Dandim 0605 Subang, Pj Bupati beri apresiasi pada Letkol Inf Bambang Raditya dan tetap ajak ngopi bareng walaupun sudah tidak di Subang
Menyoroti kisruh pinjaman uang komika Fico Fachriza di medsos, mengaku alami kecelakaan mobil hingga chat ke banyak artis
Raditya Dika berbagi pelajaran hidup di usia 40 tahun, ungkap momen dibilang aneh semasa kecil hingga upayanya menghargai waktu
Keresahan komika asli Jaktim Apos Hutagaol usai rumahnya tergenang banjir: Besok belum surut saya benih lele
Pengakuan Beby Prisillia usai Onad bebas rehabilitasi narkoba: Saya tak bisa tinggalkan dia sendiri
Viral ‘Open to Work’ di LinkedIn, Prilly Latuconsina minta maaf dan tegaskan bukan gimmick
Viral boneka ‘kuda menangis’ laris manis jelang Imlek 2026, dinilai wakili perasaan pekerja kantoran