Perbedaan visi ini diyakini berkaitan dengan sistem royalti yang diperjuangkan.
VISI mendukung sistem kolektivitas royalti, sementara Anji yang tergabung dalam AKSI lebih condong pada sistem Direct Licensing.
Baca Juga: Sorotan khusus: Sederet titik tertinggi banjir di DKI Jakarta, ada yang capai 5 meter
“Visi Anji berbeda dengan visinya VISI. Alasan ini masuk akal. Karena dari yang saya baca, VISI mendukung sistem penghimpunan royalti untuk PERTUNJUKAN PUBLIK secara kolektif. Sementara saya lebih cenderung mendukung sistem Direct Licensing, yang juga diajukan AKSI untuk PERTUNJUKAN PUBLIK. Bahkan AKSI sudah menyiapkan sebuah sistem yang disebut DDL (Digital Direct License),” jelasnya.
Ia juga menyoroti perbedaan definisi terkenal yang bisa bervariasi, mulai dari popularitas karya hingga jumlah pengikut di media sosial.
“Alasan ini juga masuk akal, walaupun definisi terkenal itu bisa macam-macam. Bisa dari popularitas karya, jumlah follower media sosial atau apapun. Apapun alasannya, saya masih seorang Penyanyi. Keberadaan saya di AKSI salah satunya adalah untuk memastikan bahwa peran Penyanyi juga diperhatikan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Anji menegaskan bahwa perjuangannya dalam hal royalti adalah demi melindungi hak cipta bagi para pencipta lagu.
“Anggota kami (AKSI) banyak yang hak-haknya terpinggirkan karena sistem, aturan dan kebiasaan. Apalagi banyak dari mereka yang tidak memiliki 'kekuatan bersuara' di media. Untuk itulah kami ada,” ungkapnya.
Ia juga berharap keberadaan AKSI dan VISI bisa membawa manfaat, bukan malah menimbulkan pertentangan.
“Semoga adanya AKSI dan VISI bisa membawa kebaikan, bukan pertentangan. Saya, sebagai Penyanyi, terbuka sekali jika ingin diajak diskusi tentang apapun oleh teman-teman di VISI,” tutupnya.
Menanggapi pernyataan Anji, Piyu Padi Reborn turut memberikan komentar mengenai AKSI.
Baca Juga: Rendaman banjir di DKI Jakarta: Ribuan warga ngungsi ke 4 titik kelurahan Jaksel hingga Jaktim
“Ini posting tulisan yang pasti dilakukan dengan pengendapan yang dalam bukan spontan tiba tiba terpikir dikepala lalu ditulis,” tulis akun @piyu_logy dalam kolom komentar.
“Salut buat Anji makanya Anji lebih tepat dan pantas berada di AKSI @aksibersatu karena pemikirannya tidak akan bisa disetir dengan suatu visi yang bertolak belakang dengan visinya Anji sendiri yg ingin menempatkan sebuah profesi pada tempat yg layak berkeadilan bukan terpinggirkan spt selama ini. Terimakasih Anji.,” tulis Piyu.
Artikel Terkait
Lebih dari 7000 orang nikmati gelaran South Outside Music Fest 2024? intip deretan band bertabur bintang yang tampil di Kota Semarang
3 Fakta menohok kontroversi Band Sukatani vs Polri, salah satunya soal lagu perlawan ke oknum polisi hingga ditarik dari peredaran
Mengintip tepisan polri soal lagu Band Sukatani hingga kasus dugaan intimidasi di teater Butet yang pernah dilaporkan balik gegara dinilai bohong
Mengulik perjalanan Carmen, gadis Bali yang awalnya fans SNSD kini resmi debut di Hearts2Hearts agensi SM Entertainment
Akui diintimidasi, band Sukatani tolak tawaran jadi duta Polri dan penjelasan pemecatan vokalis band dari profesi guru
Mulan Jameela beri dukungan ke Band Sukatani, ungkap tindak lanjut jika ada yang menghalangi lagu 'Bayar Bayar Bayar'
Bukan hoaks, nama D’Masiv terpampang di halte petukangan untuk rayakan 22 tahun karier grup di industri hiburan: Hadiah untuk diri sendiri