“Tepat di hari ulang tahun ke-22 D’Masiv, Halte Petukangan Utara kini resmi berganti nama menjadi Halte Petukangan D’Masiv, ini adalah langkah bersama, sebuah simbol sinergi antara transportasi publik dan dunia musik,” pungkasnya.
Pemilihan halte ini menurut Rian karena mereka tidak bisa melupakan Jalan Ciledug dengan banyak cerita tentang perkembangan awal D’Masiv.
“Kita latihan sepanjang, jadi kalau dulu tuh ada beberapa studio ya di Jalan Ciledug Raya, itu pasti kita udah pernah latihan di situ,” kata Rian pada media di Hotel Horison Ciledug, Jakarta Selatan, Senin, 3 Maret 2025.
“Tapi memang yang paling sering kita dulu latihan tuh dulu di Blewah Studio, di Petukangan,” imbuhnya.
“Jadi kita sangat bersyukur banget di ulang tahun ke-22 tahun, D'Masiv bisa menghadiahi diri kita sendiri dengan hadiah yang sangat spesial,” tambahnya.***
Artikel Terkait
Apa itu musik DJ? hingga digemari diberbagai negara
Wow, ini 7 manfaat mendengarkan musik DJ bagi kesehatan fisik dan mental
Lebih dari 7000 orang nikmati gelaran South Outside Music Fest 2024? intip deretan band bertabur bintang yang tampil di Kota Semarang
3 Fakta menohok kontroversi Band Sukatani vs Polri, salah satunya soal lagu perlawan ke oknum polisi hingga ditarik dari peredaran
Mengintip tepisan polri soal lagu Band Sukatani hingga kasus dugaan intimidasi di teater Butet yang pernah dilaporkan balik gegara dinilai bohong
Akui diintimidasi, band Sukatani tolak tawaran jadi duta Polri dan penjelasan pemecatan vokalis band dari profesi guru
Mulan Jameela beri dukungan ke Band Sukatani, ungkap tindak lanjut jika ada yang menghalangi lagu 'Bayar Bayar Bayar'