Selain mendorong olahraga rakyat, Dedi Mulyadi menekankan pentingnya setiap daerah memiliki perencanaan dan peta potensi kemenangan yang jelas terhadap cabang olahraga yang diikuti dalam Porprov.
Baca Juga: 10 Pejabat berebut kursi Sekda Subang, siapa bakal gantikan Asep Nuroni?
Menurutnya, target perolehan medali perlu disiapkan secara terarah.
Pembinaan atlet juga harus menjadi bagian dari proses yang berlangsung sejak Porprov agar dapat mendukung kekuatan Jawa Barat ketika mengikuti ajang olahraga tingkat nasional.
“Baik target-target medalinya tercapai, kemudian arah Jawa Barat mengikuti PON itu terbina sejak Porprov Provinsi Jawa Barat,” tuturnya.
Dedi Mulyadi menegaskan Porprov tidak hanya menjadi ajang kompetisi untuk meraih prestasi. Ajang tersebut juga menjadi bagian penting dalam pembinaan atlet daerah menuju level yang lebih tinggi, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON).
Karena itu, setiap daerah perlu memiliki pemetaan terhadap cabang olahraga yang berpotensi menghasilkan prestasi.
Hal tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi Porprov sekaligus pembinaan atlet menuju kompetisi berikutnya.
Bekasi jadi tuan rumah utama
Kota Bekasi akan menjadi tuan rumah utama Porprov XV Jawa Barat 2026. Ajang tersebut akan mempertemukan atlet dan kontingen dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Kota Bekasi juga didaulat menjadi lokasi upacara pembukaan Porprov XV Jawa Barat 2026. Sementara itu, acara penutupan dijadwalkan berlangsung di Kota Bogor.
Baca Juga: Kapolres Subang soroti 3 ancaman pelajar: Narkoba, geng motor hingga media sosial
Kota Bogor dan Kota Depok turut menjadi daerah pendukung penyelenggaraan Porprov.
Sinergi Pemerintah Kota Bekasi, Pemerintah Kota Bogor, dan Pemerintah Kota Depok menjadi bagian dari persiapan agar pelaksanaan Porprov XV Jawa Barat dapat berlangsung secara efisien dan transparan.