“Di mata ibunya (Barbie Hsu), tiga tahun yang dihabiskan Barbie Hsu bersama Koo Jun Yup (DJ Koo) adalah yang paling membahagiakan dalam 48 tahun hidupnya,” tulisnya lagi.
“Sementara kami diam-diam berduka, pihak lain mati-matian menyebarkan kebohongan,” imbuhnya.
Awal kontroversi hak waris dan hak asuh anak
Kontroversi bermula dari mantan suami Barbie Hsu, Wang Xiaofei, yang menjadi pusat perselisihan hukum setelah kematiannya.
Perselisihan ini melibatkan hak asuh anak-anak mereka dan pembagian harta warisan, yang pada akhirnya menyebabkan penyebaran rumor dan informasi yang salah.
Selain itu, setelah kematian Barbie Hsu, muncul rumor yang mengklaim bahwa ibu Wang Xiaofei telah membiayai pengaturan pemakaman di Jepang.
Baca Juga: Ilmuwan ungkap iklim bulan Januari mencapai rekor, singgung soal adanya tanda kerusakan bumi
Pada akhirnya, jenazah Barbie Hsu dikremasi di Jepang dan abunya dibawa pulang ke Taiwan.
Rumor juga menyebutkan keluarga mantan suami membayar biaya jet pribadi untuk mengangkut jenazah Barbie Hsu kembali ke Taiwan, namun langsung dibantah oleh Dee Hsu, adik mendiang.
“Saya tidak dapat memahami mengapa kebohongan tentang Wang Xiaofei yang mengatur penerbangan ini muncul,” ujar Dee Hsu pada Kamis, 6 Februari 2025.
“Kebenarannya sudah jelas, apalagi sekarang saudara saya mengawasi kami dari atas,” pungkasnya.***