4 Poin tuntutan korban eks pemain sirkus Taman Safari di skandal dugaan kekerasan: Soal identitas asli hingga upah tak layak

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Selasa, 22 April 2025 | 23:46 WIB
Pengacara eks pemain sirkus Taman Safari, Muhammad Sholeh (kiri) dan artis Deddy Corbuzier (kanan) (YouTube.com/Deddy Corbuzier)
Pengacara eks pemain sirkus Taman Safari, Muhammad Sholeh (kiri) dan artis Deddy Corbuzier (kanan) (YouTube.com/Deddy Corbuzier)

GENMILENIAL.ID - Pengacara eks pemain sirkus Oriental Circus Indonesia (OCI) Taman Safari, Muhammad Sholeh angkat bicara terkait tuntutan kasus dugaan kekerasan yang dialami para korban.

Sebelumnya diketahui, terdapat sejumlah korban yang merupakan mantan pemain sirkus OCI Taman Safari yang mengaku alami kekerasaan saat bekerja.

Sholeh mengklaim, skandal kekerasan itu terjadi sekitar 30 tahun yang lalu saat para korban masih berusia belia.

"Ini kategori HAM berat, terjadi sekitar 30 tahun yang lalu," terang Sholeh sebagaimana dilansir dari Kanal YouTube Deddy Corbuzier, pada Selasa, 22 April 2025.

Baca Juga: Anggota DPR minta Nathalie Holscher bikin konten promosi Sidrap usai viralnya video saweran: Dengan senang hati tapi ini masalah berbeda

Terkait hal itu, Sholeh menuturkan pihaknya memiliki 4 poin tuntutan usai melaporkan kasus tersebut ke Komnas HAM.

Pertama, sang pengacara menuturkan korban perlu dibantu untuk mengetahui identitas asli mereka.

"Ada 4 (tuntutan), satu, harus dibuka asal-usul mereka. Siapa orang tua mereka, karena mereka ini tidak punya identitas," terang Sholeh.

"Kalau pun sekarang mereka punya KTP, itu karena upaya mereka sendiri setelah dalam pelarian," sambungnya.

Baca Juga: Nathalie Holscher ogah penuhi tuntutan permintaan maaf dari Bupati Sidrap terkait video saweran: Kalau tidak mau ada club, ya ditutup!

Kemudian, tuntutan yang kedua terkait masih adanya para pemain sirkus OCI Taman Safari yang diduga kini masih menjadi korban kekerasan.

"Kedua, masih banyak sisa-sisa pemain sirkus yang masih ada di dalam (OCI Taman Safari)," tutur Sholeh.

"Apakah di dalam itu karena kesejahteraannya terjamin, atau masih dalam ketakutan, kita tidak tahu. Harus diperiksa. Harus ditanya, mau ke luar atau masih tetap di situ," tambahnya.

Selanjutnya, Sholeh menyebut tuntutan ketiga terkait pengadilan HAM untuk memulihkan hak para korban.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Sumber: Youtube Deddy Corbuzier

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X